Sunday, March 22, 2009

Kenapa Harus Aku?

Kejadian itu begitu cepat. Sampai-sampai aku ga tau harus bagaimana. Untuk cerita ketemen pun aku ga mampu lagi. Mulai sekarang aku sudah nggak mau percaya dengan orang asing atau dengan orang yang baru aku kenal. Awalnya semua tampak biasa dan perfect. Tapi ternyata dibalik itu semua dia sembunyikan niat jahat. Tapi kenapa harus aku yang alami semua ini? Kenapa semua nya begitu mendadak? Terkadang aku berpikir klo Tuhan ga adil kasih cobaan ke aku. Tapi keluarga aku dan reza selalu kuatkan aku bahwa semua yang sudah terjadi itu jangan diinget lagi. Tapi biar bagaimana pun aku tetep merasa kehilangan semua nya.

Sampai-sampai aku harus kehilangan salah satu orang yang aku sayangi yaitu ayahku. Mungkin bisa dibilang ayah aku pergi selama nya sejak dia mengetahui apa yang terjadi sama aku waktu itu. Penyakit jantungnya kumat saat tau apa yang terjadi dengan aku. Sejak dia pingsan sampai dia pergi, dia ga sempet bicara apa-apa dengan aku atau ibuku. Aku pun belum sempet minta maaf dengan ayahku, tapi ayahku dah harus pergi selama nya. Sedih? Sudah pasti aku sedih banget. Bahkan sampai detik ini pun aku ga bisa maafin diriku sendiri. Tapi aku berusaha untuk ikhlaskan semuanya. Mungkin ini yang terbaik untuk ayahku.

Aku pikir Tuhan sudah selesai menguji aku. Ternyata belum. Lagi-lagi sahabat aku sendiri bikin ulah lagi. Bahkan tanpa dia tanya terlebih dahulu apa yang sebenernya terjadi sama aku dia langsung bilang aku pembohong dan penipu. Aku sudah ga mau berdebat panjang lebar dengan dia. Aku biarkan dia mau bicara apa pun tentang aku. Yang jelas aku, reza dan keluargaku tau apa yang sebenernya terjadi. Maaf buat semua nya ya. Untuk yang satu ini aku nggak bisa cerita dengan kalian semua apa yang terjadi yang membuat aku mungkin akan menjauh dari kalian semua sampai aku bener2 bisa kembalikan kepercayaan diri aku sendiri.

Aku sudah nggak perduli orang atau sahabat aku mau bilang atau mau menghujat aku seperti apa. Aku mau tutup mata, telingaku dari semua hujatan itu. Aku tau mungkin aku sudah kecewakan reza. Tapi aku punya alasan yang sudah dia ketahui untuk itu semua. Awalnya memang aku pengen dia benci saja aku. Tapi dia terus bilang kalo dia ga akan tinggalin aku sendirian dalam keadaan seperti sekarang ini. Makasih ya sayang.

Buat temen2 aku, aku minta maaf jika aku mengecewakan kalian semua. Dan satu hal lagi aku minta maaf karena untuk yang satu ini aku bener2 ga bisa cerita ke kalian semua. Tolong jangan tanya kenapa karena itu akan buat aku lebih sedih lagi. Aku lagi berusaha kembalikan diriku seperti kekeadaan yang dulu sebelum semua kejadian itu menimpa aku. Thx buat semua nya.

Special buat rieby : Aku sudah ga perduli kamu mau menghujat apa tentang aku. Aku harap km bisa lebih dewasa dalam bersikap. Karena mungkin semua ucapanmu itu akan km jilat kembali suatu saat nanti. Karena kejadian km n aku seperti ini sudah pernah terjadi 2 kali sebelum nya. Tapi maaf untuk yg kali ini mungkin aku ga akan bicara apa2 lagi sama km. Terserah km mau melakukan apa. Aku dah ga perduli. Kamu mau percaya atau nggak itu bukan urusan aku. Aku harap km bisa kendalikan emosi dan tanya terlebih dahulu apa yg sebenernya terjadi. Jujur awalnya aku pengen cerita semua sama km. Tapi sejak kma begitu aku putuskan untuk ga lagi mengenal km dalam kehidupan aku. Moga-moga km bisa cepet dapet cwok yg bisa kendalikan sikap km yg selalu sembarangan klo bicara. Tolong bi km jgn pernah ganggu kehidupan aku lagi. Urus ajah kehidupan kamu. Kamu bukan siapa2 aku. Temen pun juga bukan.OK

No comments:

Post a Comment