Sejak kejadian 2 bulan lalu aku merasa semua berubah sangat cepat. Mungkin ga banyak yang tau kejadian sebenernya. Karena aku memang ga pengen menceritakan semuanya. Biarlah jika mereka mencap aku macem-macem. Karna jika aku menceritakan kejadian sebenernya, itu sama artinya aku menceritakan aib aku sendiri. Jadi biar aku tutup rapat-rapat semua itu.
Jika mereka lebih seneng aku meninggalkan "DIA" aku akan pergi sejauh mungkin. Tapi tolong jangan hanya bicara dibelakang aku. Bicara langsung dengan aku tanpa "DIA". Jika memang itu yang kalian inginkan dari aku, aku pasti akan kabulkan. Aku tau mungkin kalian inginkan itu karena terlalu sayang dengan "DIA". Aku pun sayang dengan dia. Tapi aku selama ini aku akuin hanya kasih harapan kosong. Aku ga berani janji apa-apa lagi.
Demi Allah aku akan pergi sejauh mungkin dari "DIA" jika satu orang ajah ada yg berani bicara sama aku yang sebenernya. Aku ga pengen kalian semua sayang aku karena "DIA". Aku pengen kalian sayang aku karena pribadi aku, bukan karena "DIA".
Aku tau aku bersalah atas kejadian 2 bulan lalu. Tapi semua ada sebab nya yang ga mungkin aku ceritakan dengan setiap orang. Aku ga minta diberi kesempatan oleh kalian semua untuk tetep disamping "DIA". Karena aku tau bagaimana keadaan aku sendiri. Waktu aku pun nggak banyak. Bahkan ga satu dua orang yang mendoakan supaya aku pergi selama nya secepatnya. Bahkan orang2 terdekatku pun pernah mengatakan itu semua. Aku ga membantah atau menyangkal sama sekali. Bukan karena aku takut atau apa. Tapi karena aku memang tau bagaimana keadaan aku yang sebenernya.
Jika kata maaf bisa membuat seseorang memberikan kesempatan kedua pada orang yang sudah berbuat salah dengannya, tapi kenapa Tuhan ga memberi aku kesempatan kedua buat sehat dan bisa membahagiakan orang2 yang aku cintai. Dari kecil aku sudah merasakan banyak kehilangan. Kembaranku, Ayahku, Keponakanku semua pergi mendahului aku. Jika Tuhan nggak kash aku kesempatan kedua itu, biarkan aku ikut dengan mereka dari pada aku harus menyakiti dan membebani orang lain.
Jika mereka lebih seneng aku meninggalkan "DIA" aku akan pergi sejauh mungkin. Tapi tolong jangan hanya bicara dibelakang aku. Bicara langsung dengan aku tanpa "DIA". Jika memang itu yang kalian inginkan dari aku, aku pasti akan kabulkan. Aku tau mungkin kalian inginkan itu karena terlalu sayang dengan "DIA". Aku pun sayang dengan dia. Tapi aku selama ini aku akuin hanya kasih harapan kosong. Aku ga berani janji apa-apa lagi.
Demi Allah aku akan pergi sejauh mungkin dari "DIA" jika satu orang ajah ada yg berani bicara sama aku yang sebenernya. Aku ga pengen kalian semua sayang aku karena "DIA". Aku pengen kalian sayang aku karena pribadi aku, bukan karena "DIA".
Aku tau aku bersalah atas kejadian 2 bulan lalu. Tapi semua ada sebab nya yang ga mungkin aku ceritakan dengan setiap orang. Aku ga minta diberi kesempatan oleh kalian semua untuk tetep disamping "DIA". Karena aku tau bagaimana keadaan aku sendiri. Waktu aku pun nggak banyak. Bahkan ga satu dua orang yang mendoakan supaya aku pergi selama nya secepatnya. Bahkan orang2 terdekatku pun pernah mengatakan itu semua. Aku ga membantah atau menyangkal sama sekali. Bukan karena aku takut atau apa. Tapi karena aku memang tau bagaimana keadaan aku yang sebenernya.
Jika kata maaf bisa membuat seseorang memberikan kesempatan kedua pada orang yang sudah berbuat salah dengannya, tapi kenapa Tuhan ga memberi aku kesempatan kedua buat sehat dan bisa membahagiakan orang2 yang aku cintai. Dari kecil aku sudah merasakan banyak kehilangan. Kembaranku, Ayahku, Keponakanku semua pergi mendahului aku. Jika Tuhan nggak kash aku kesempatan kedua itu, biarkan aku ikut dengan mereka dari pada aku harus menyakiti dan membebani orang lain.

